Page 761 - Proceedings Collega2023
P. 761
Identiti dan
Sosiobudaya
Perspektif
Pematuhan dan Hubungan antara
Penyelewengan Etika kaum
Sosiobudaya
Hukum Adat
Rajah 1: Perspektif Etika Sosiobudaya oleh Sugiarti & Eggy Fajar Andalas (2018)
Perspektif etika sosiobudaya yang digagaskan oleh Sugiarti & Eggy Fajar Andalas (2018) dalam
teori Etika dalam Sastera digunakan untuk meneliti hukum adat yang melibatkan perhubungan antara
masyarakat berbilang etnik dalam novel remaja terpilih. Analisis menumpukan kepada hukum adat dan
nilai yang dipegang oleh sesebuah etnik berdasarkan keadaan dan situasi budaya yang meresapi etnik
seperti yang terdapat dalam novel-novel remaja terpilih.
Hukum adat diperakukan dalam sesetengah kebudayaan atau masyarakat sebagai ikatan yang
mengawal kehidupan masyarakat. Hukum adat ada kalanya memberi kebaikan seperti adat budaya yang
terjadi di negara timur yang lebih memegang adab sopan berbanding dengan budaya yang terjadi di negara
barat yang hidup tanpa hukum adat hingga mempengaruhi sikap dan moral individu.
Dalam kehidupan seharian, manusia tidak pernah terlepas dari kepentingan menjaga moraliti,
baik di peringkat individu ataupun komuniti (Sugiarti & Eggy Fajar Andalas, 2018). Kepelbagaian aturan
atau ketetapan masyarakat sering dianggap sebagai sandaran kepada masyarakat yang memiliki pola
berfikir yang tidak sama dengan warisan adat leluhur.
Perspektif etika sosiobudaya meneliti peranan hukum adat dalam mengawal tingkah laku dan
mempengaruhi tindakan manusia. Perkara ini diteliti berdasarkan adat kebiasaan yang menjadi standard
seperti norma, agama dan nilai positif yang menentukan kebenaran dan keadilan.
Analisis hukum adat dalam novel-novel remaja berlandaskan perspektif etika sosiobudaya
menjelaskan situasi sosial masyarakat berdasarkan latar dan identiti masyarakat (Sugiarti & Eggy, 2018).
Dalam novel remaja terkandung fakta kemanusian yang menerangkan tentang aktiviti dan tingkah laku
manusia seperti berikut:
i.Estetika, etika dan logika yang memberi kebaikan kepada masyarakat
ii. Penemuan citra diri
Fakta ini menunjukan sastera dan masyarakat merupakan sebuah entiti yang bersatu dan tidak
terpisah. Kehidupan masyarakat menjadi makmal sosial dan novel remaja menjadi untuk alat untuk
merakam segala kompleksiti dan permasalahan masyarakat. Analisis ditumpukan kepada, 1) Adat Melayu
2) Adat yang menyalahi hukum agama, 3) Hukum adat dan nilai etnik Melayu, 4) Hukum adat dan nilai
etnik Cina, 5) Hukum adat dan nilai etnik India, 6) Hukum adat dan nilai etnik Minoriti.
International Conference on Local Wisdom of the Malay Archipelago (COLLEGA 2023) Page - 748 -

