Page 770 - Proceedings Collega2023
P. 770
Kepentingan Hukum Adat dalam Novel-novel Remaja Terpilih
Berdasarkan perbincangan yang dilakukan, Hukum Adat dalam novel-novel remaja menerangkan
keistimewaan dan keunikan sesebuah etnik. Rasa hormat terhadap tradisi dan kelestarian nilai-nilai etnik
yang berpaksikan hukum adat terdapat dalam novel-novel remaja (Thury, 2022). Karakter-karakter dalam
novel remaja berjuang antara modenisasi dengan tradisi (Wishman & Butcher, 2022). Hukum adat dalam
novel-novel remaja berfungsi sebagai kompas moral yang mengukuhkan identiti bangsa dan memupuk
rasa kebersamaan (Moeis et al., 2022) .
Hukum Adat berperanan memacu kesatuan sosial dan penyelesaian konflik. Dengan mematuhi
hukum adat, karakter-karakter dalam novel ini menemukan kepentingan berkerjasama, prihatin, berkasih
sayang dan empati. Kesemua eleman ini kemudiannya membentuk hubungan yang lebih kuat dan
harmoni.
Berdasarkan analisis hukum adat dalam novel-novel remaja ini, pemahaman dan penghargaan
terhadap adat dan nilai dalam kalangan individu muda dapat disemai dan dipupuk. Penting untuk
mengakui kemampuan novel-novel remaja sebegini berfungsi melestarikan nilai-nilai budaya disamping
memperkukuh nilai sosiobudaya. Penyisipan tentang hukum adat dalam novel remaja terpilih
memperkuat kebanggaan kepada budaya dan menyuburkan rasa menghormati antara kepelbagaian
bangsa dan etnik dalam kalangan generasi muda khusus di Malaysia.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis, hasil dapatan dan contoh-contoh hukum adat yang terdapat dalam novel-
novel remaja, ternyata setiap etnik memiliki keunikan dan hukum adat berbeza mengikut penerimaan
masyarakat setempat, agama, sosial dan budaya mereka yang tersendiri. Perkara ini selaras dengan
perspektif etika iaitu pengungkapan adat dalam novel-novel remaja terpilih merupakan penjelasan yang
menerangkan kebiasaan atau sebuah standard yang menunjukkan peranan-peranan sosial yang perlu
dimainkan oleh individu sebagai anggota masyarakat. Dari sudut etika, hukum adat tidak salah diamalkan
selagi ia tidak bertentangan dengan nilai- nilai masyarakat setempat. Etnik Melayu terbatas dengan
hukum agama dalam melaksanakan sesuatu adat. Etnik-etnik Cina, India dan etnik-etnik lain pula terikat
dengan kepercayaan agama mereka jika meninggalkan adat dan pantang larang yang telah menjadi
hukum adat bagi etnik mereka. Dari segi implikasi sosiobudaya, adat dapat mengeratkan hubungan etnik
namun dalam masa yang sama adat juga boleh memberi kesan negatif kepada individu, keluarga dan
masyarakat.
Rujukan
Abang Median Abang Said. (2019). Penebus kalbu. Utusan Karya Sdn. Bhd.
Abdul Rahman Md. Aroff. (2008). Pendidikan moral, teori etika dan amalan moral. Penerbit Universiti
Putra Malaysia.
Aditya, Z. F. (2019). Romantisme sistem hukum di Indonesia : Kajian atas konstribusi hukum adat dan
hukum islam terhadap pembangunan hukum di Indonesia. Jurnal Rechts Vinding: Media
Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 37. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.305
Adnyani, N. K. S. (2021). Perlindungan hukum kesatuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan
pariwisata berbasis kearifan lokal. Media Komunikasi FPIPS, 20(2), 70.
https://doi.org/10.23887/mkfis.v20i2.33738
International Conference on Local Wisdom of the Malay Archipelago (COLLEGA 2023) Page - 757 -

