Page 615 - Proceedings Collega2023
P. 615
Sabai Nan Aluih merupakan tradisi lisan masyarakat Minangkabau dalam bentuk tradisi “kaba”. "Kaba"
bermaksud berita yang disampaikan oleh tukang cerita. Di Minangkabau, tradisi lisan ini dijalankan oleh
pencerita menggunakan dulang dan dulang digunakan sebagai alat muzik. Tradisi lisan ini masih
dipertahankan oleh masyarakat Minangkabau di daerah asalnya dan masyarakat Minangkabau di Jakarta.
Berikut adalah alat dulang yang digunakan untuk menyampaikan kisah "kaba".
Gambar 1. Berkaba dengan dulang
Kemudian pada tahun 1928 kaba Sabai Nan Aluih dipersembahkan dalam bentuk pentas oleh
Persatuan Ibu-ibu di Padang dengan menggunakan teknik pementasan barat dan pada tahun 1929
persembahan dipersembahkan oleh Persatuan Belia Sumatera.
Seterusnya Abdul Muis mengadaptasi cerita pentas ke dalam bentuk tulisan dan diterbitkan oleh
penerbit G. Kolff & Co di Bandung pada tahun 1950 dan Prof. Dr. Ph. S. van Ronkel menerbitkannya
dalam bahasa Belanda di bawah tajuk Tijdschrift vah Koninklijke Bataviasch Genootschap van Kunsten en
Wetenschappen.
Berikut adalah penerbitan Sabai Nan Aluih yang diperolehi daripada beberapa dapatan antaranya
Bahasa Indonesia Bahasa Minangkabau
cetakan ke 3 tahun 1960 1963
Balai Pustaka 1990 Kristal Multimedia
International Conference on Local Wisdom of the Malay Archipelago (COLLEGA 2023) Page - 602 -

